Selasa, 15 Agustus 2017

Apakah Tolak Peluru Itu?


Pengertian Olahraga Tolak Peluru

Tolak Peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik dalam nomor lempar seperti halnya, lempar lembing dan lempar cakram. Cara melaksanakan olahraga tolak peluru ini sangatlah sederhana, seorang atlet hanya tinggal menolok/mendorong bola besi yang mempunyai berat ternetu sejauh mungkin. Dan tolakan/lemparan yang paling jauh adalah pemenangnya. Secara gambaran umum seperti itulah cara mainnya.

Peluru merupakan sebuta untuk bola besi. Peluru merupakan alat utama dalam olahraga satu ini, bentuk bola bulat terbuat dari besi dimana mempunyai berat yang berbeda-beda tergantung katagori lakiki-laki/perempuan dan senior/junior.

Berat Bola Peluru (bola tolak peluru)

Peluru untuk olahraga ini mempunyi berat yang berbeda-beda seperti :

* Peluru untuk senior putra beratnya 7,257 kg
* Peluru untuk junior putra bobotnya 5 kg

* Bola tolak peluru untuk senior putri beratnya 4 kg
* Bola tolak peluru untuk junior putri beratnya 3 kg

Tolak peluru atau dahulu dikenal dengan lempar beban telah ada lebih dari 2000 tahun lalu di Kepulauan Britania. Pada awalnya, kegiatan ini diselenggarakan dengan menggunakan bola batu. Sementara kegiatan pertama yang menggambarkan tolak peluru modern, tampaknya terjadi di zaman pertengahan ketika serdadu menyelenggarakan pertandingan dengan melempar beban yang disebut canon balls atau peluru meriam.

Pertandingan tolak peluru tercatat pada awal abad ke-19 di Skotlandia dan merupakan bagian dari kejuaraan amatir di Inggris tahun 1866. Tolak peluru merupakan event olimpiade modern asli yang diadakan di Athena, Yunani tahun 1896

Tujuan Tolak Peluru

Tujuan dari olahraga tolak peluru yaitu melakukan tolakan sejauh-jauhnya secara sah dan benar menurut aturan yang ada dalam tolak peluru itu sendiri.

Macam-Macam Gaya Tolak Peluru

Dalam melakukan tolak peluru agar hasil lei=bih maksimal diperlukan gaya/usaha yang diciptakan oleh atlet itu sendiri. Macam gaya yang sering dipakai dalam melakukan tolakan pleuru yaitu

* Gaya Menyamping Ortodok
* Gaya Membelakangi Obrien
* Gaya Rotasi

Teknik Dasar dan Cara Memegang Tolak Peluru

Dalam tolak peluru terdapat beberapa teknik dasar, diantaranya:

1. Teknik Memegang Peluru

a. Jari-jari renggang.

Jari kelingking ditekuk berada disamping peluru,sehingga dapat membantu untuk menahan supaya peluru tidak mudah tergeser dari tempatnya.Untuk menggunakan cara ini penolak harus memiliki jari jari yang kuat dan panjang.

b. Jari-jari agak rapat

Ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. 
Jari kelingking selain berfungsi untuk menahan jangan sampai peluru mudah bergeser,juga membantu menekan pada waktu peluru ditolakkan. Cara ini lebih banyak dipakai oleh atlit.

c. Jari-jari agak renggang

Bagi mereka yang tangannya agak kecil dan jari jarinya pendek, dapat menggunakan cara ketiga ini, yaitu jari jari seperti pada cara kedua tetapi lebih renggang, kelingking di belakang peluru sehingga dapat ikut menolak peluru, ibu jari untuk menahan geseran ke samping, karena tangan pelempar kecil dan berjari jari pendek, peluru diletakkan pada seluruh lekuk tangan.

2. Teknik meletakkan peluru pada bahu

Peluru dipegang dengan salah satu cara di atas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.

3. Teknik menolak peluru

Untuk menyiapkan kondisi fisik dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini,

a. Menolak peluru dengan kedua tangan

1) Pegang peluru dengan kedua tangan didepan dada, kedua kaki dalam keadaan sejajar, lalu dorong/tolakkan peluru kedepan-atas sejauh mungkin.

2) Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Kemudian ayun dan lemparkan peluru kedepan.

3) Pegang peluru dengan kedua tangan , kemudian simpan dibawah perut dengan lengan diluruskan,kedua kaki dalam keadaan sejajar. Posisi ini dilakukan dengan membelakangi arah lemparan. Kemudian ayunkan dan lempar peluru kearah belakang atau sektor lemparan.

4) Pada tahap berikutnya doronglah peluru dengan bantuan putaran pinggang. Tolakan masih dengan kedua tangan tetapi beben diutamakan pada tangan tolak atau tangan terkuat. Kaki masih sejajar. Tahapan ini depersiapkan untuk melakukan tolakan yang sebenarnya.

5) Lakukan seperti diatas, hanya sekarang satu kaki berada di depan. Tolakan dilakukan dengan koordinasi bantuan dorong kaki belakang.

b. Menolak peluru dengan satu tangan

1) Peganglah peluru dengan tangan kanan dan letakkan dileher. Lanjurkan /rentangkan lengan kiri kedepan dan abadan menghadap depan. Tolakkan peluru dengan sudut parabola beberapa meter kedepan sambil melangkahkan kaki kiri kedepan. Jangan lupa kai kanan dihentakkan untuk membantu melakukan tolakan, sesaat sebelum peluru dilepaskan (Carr,1991)

2) Lakukan gerakkan seperti diatas, hanya pada saat akan melakukan tolakan, badan diputar ke kanan untuk mengambil ancang-ancang (Carr,1991)

3) Lakukan gerakan menolak peluru dengan awalan membelakang gunakan bantuan putaran/ pilin tubuh saat melakukan tolakan (carr,1991)

Gambar Lapangan Tolak Peluru beserta Keterangannya



Keterangan Gambar Lapangan Tolak Peluru
1. Lapangan tolak peluru berbentuk lingkaran dengan diameter 2,135 m. 

2. Lingkarangn tolakan biasanya terbuat dari besi, baja atau bahan lain yang mudah dan cocok untuk dilengkungkan dan permukaan harus rata.

3. Bagian dalam dasar lingkaran dibuat dengan bahan yang bisa keras dan padat namun tidak licin.

4. Permukaan dalam lingkaran tolak harus datar antara 20 mm-6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi

5.  Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran besi menjulur sepanjang 0,75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari cat atau kayu

6.  Tebal besi lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus dicat putih

7.  Balok penahan dibuat dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh

8. Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm

0 komentar

Posting Komentar

Silahkan dibagikan bila ini bermanfaat dan bila ingin copas harap sertakan sumbernya. Bila berkenan hubungi admin kami melalui email. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.