Rabu, 28 Juni 2017

Manfaat Circuit Training Bagi Pemain

Manfaat Circuit Training Bagi Pemain

Circuit Training sangat berpengaruh terhadap daya tahan kardiovaskuler, dan dapat menguatkan otot-otot pernafasan sehingga hal tersebut memberikan manfaat yang besar terhadap pemelihaaran kebugaran jantung dan paru-paru. Karena dalam latihan circuit ini melibatkan tiga variabel yaitu : Intensitas, Repetisi dan Durasi. 

Latihan menggunakan circuit training sangatlah membantu untuk pelatih dan juga atlet, karena lebih mudah dalam membuat variasi bentuk latihannya, sehingga dapat menghemat waktu, tempat latihan serta mampu mentoleransi perbedaan kemampuan individu si-atlet. Bagi atlet yang latihan secara rutin akan mempunyai jantung yang lebih besar, dengan demikian volume darah sedenyut (stroke volume=SV) akan meningkat. Dengan meningkatnya volume darah sendenyut maka pemenuhan kebutuhan oksigen ataupun membuang karbondioksida akan lebih mudah. Atlet yang terlatih dalam daya tahan aerobik denyut nadi minimalnya akan di bawah 60 kali permenit, bahkan bisa lebih rendah dari 50 kali permenit (smit dan Fernhall, 2011). Sumber dari skripsi Dea Linia Romadhoni (Pengaruh Pemberian Circuit Training Terhadap Peningkatan Vo2max Pemain Futsal)

Keuntungan Melakukan Latihan Circuit Training

Dengan melakukan latihan circuit training secara teratur dan benar maka banyak keuntungan yang diperoleh dari circuit training ini, diantaranya:

1. Melatih kekuatan jantung dan menurunkan tekanan darah sama baiknya dengan latihan aerobic.
2. Melatih semua anggota tubuh (total body workout).
3. Ketahanan, daya tahan otot akan terlatih dan kemampuan adaptasi meningkat.
4. Membentuk otot yang terdefinisi jelas dan kering.
5. Waktu yang digunakan untuk circuit training lebih cepat daripada waktu yang digunakan untuk Senam.
6. Tidak memerlukan alat yang mahal.
7. Dapat disesuaikan diberbagai area latihan.

Bagaimana Cara Mengetahui Hasil Latihan Circuit Training Meningkat atau Tidak?

Pada dasarnya untuk mengetahui hasil latihan haruslah dilakukan test/pengukuran. Oleh karena hal tersebut maka sebelum melakukan latihan harus ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

1. Harus ada pre test (tes awal)
Pre test ini berfungsi sebagai data awal bagi atlet, bagaimana data kemampuannya apakah baik ataupun kurang. Sehingga nanti bisa digunakan untuk perbandingan pada akhir program latihan.

2. Harus ada post test (tes akhir)
Post test adalah tes akhir yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan atlet setelah melakukan program latihan. Apakah ada peningkatan ataupun tidak. Dengan membandingkan data awal dengan akhir akan diketahui peningkatan bagi masing-masing atlet.


Dengan mengetahui kemampuan sang atlet maka akan memudahkan seorang pelatih dalam melatihnya serta dapat lebih pas dalam membuat program latihan untuk meningkatkan ataupun menjaga kondisi atlet-atletnya. Namun terkadang hasil dari circuit training kurang memuaskan bisa karena beberapa faktor antara lain:

1. Ketika melakukan pre test ataupun post test atlet tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sehingga data yang diperoleh tidak bisa seperti yang diharapkan.

2. Ketika program latihan berjalan atlet juga tidak sungguh-sungguh menjalakannya. Semisal sebenarnya atlet mampu sprint 50 meter 10 kali namun dia hanya melakukannya 5 kali saja.

3. Kurangnya waktu istirahat/interval disetiap post sehingga atlet tervosir tenaganya.

Kesimpulan

Oleh karena hal tersebut diatas, faktor atlet lah yang terbesar dalam menentukan meningkat ataupun tidaknya kemampuan atlet itu sendiri. Dengan catatan sang pelatih sudah membuat program latihan yang bagus. Sehingga user lah yang harus melakukan dengan maksimal dan semangat. Oleh karena itu silahkan Anda membaca Program latihan menggunkan circuit training.

0 komentar

Posting Komentar

Silahkan dibagikan bila ini bermanfaat dan bila ingin copas harap sertakan sumbernya. Bila berkenan hubungi admin kami melalui email. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.