Selasa, 01 Desember 2015

Tantangan Seorang Pelatih dan Atlet Wajib Tahu


Siapa yang tidak tau tentangpelatih? Pastilah kita semua tau. Namun apakah kalian semua sudah tau apa yang pelatih rasakan dan tantangan apa yang selalu pelatih alami setiap harinya. Mungkin bila kalau kalian tau pastilah kalian akan rajin berlatih, semangat berlatih. Oleh karena itu mari kita simak apa saja tantangan seorang pelatih tersebut.

A. Tekanan pelatih yang paling besar adalah dimana waktunya dihabiskan untuk mengurusi pemain-pemainnya. Sehingga sangat kurang waktu untuk keluarganya sendiri. Setiap ahri pelatih memikirkan anak didiknya. Tentang perkembangannya, tentang metode melatihnya, apakah sudah benar atau belum. Itulah seorang pelatih.

B.   Pendapatan yang kecil (masih seadanya). Pelatih juga manusia yang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Untuk keluarga dan pribadinya. Namun banyak sekali di masyarakat seorang pelatih belum mendapatkan pendapatan yang layak (cukup). Padahal kerjanya begitu berat. Namun terkadang itu tidak begitu dipikirkan karena pelatih mempunyai jiwa tersendiri, yang akan tetap melatih dengan maksimal meski pendapatan kecil. Itulah slah satu hebatnya seorang pelatih.

zona pelatih pengertian pelatih tantangan pelatih

Selain tekanan diatas masih ada beberapa tantangan yang harus dilalui oleh seorang pelatih yaitu :

1.      Terbatasnya uang pribadi
Disini seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa pendapatan pelatih belumlah layak. Oleh karenanya uang pelatih sangatlah terbatas. Namun taukah kalian bahwa pelatih sering kali dan bahkan berulang-ulang kali mengeluarkan uang pribadinya untuk kalian (para atlet/pemainnya). Entah untuk membeli minum, obat-batan untuk P3K, Londri seragam dan bahkan kendaraan untuk digunakan dalam berangkat bertanding.

2.      Belum jelasnya jaminan kedepan (tahun-tahun berikutnya)
Yang dimaksud jaminan kedepan ialah jaminan yang akan pelatih dpatkan, entah itu pendapatan yang layak, promosi jabatan ataukah masih dipercaya untuk melatih kembali. Mungkin kebanyakan bisa melatih kembali karena hasil yang diperoleh bagus, namun kalau jelek? Ych itulah pelatih.

3.      Kurang mendapat dukungan dari keluarga
Pelatih biasanya mendapat dukungan dari masyarakat dan para atlet/pemainnya. Namun terkadang pelatih malah kurang mendaptkan dukungan dari keluarganya sendiri. Ini dikarenakan mungkin penghasilannya dari melatih itu masih kecil dan harus lebih banyak mengurangi waktu bersama dengan keluarganya.

4.      Kurangnya atlet/pemain yang berbakat
Banyak sekali pelatih melatih atlet atau pemain yang tidak berbakat (baca kurang berbakat). Dan lebih parah lagi pemain-pemain tersebut hanya berlatih karena ikut-ikutan temannya. Serta tidak adanya semangat dari dalam diri atle/pemainya sendiri. Sehingga dalam proses latihan tidak bisa seperti yang diharapkan oleh pelatih.

5.      Komitmen atlet/pemain yang lemah
Bila para atlet/pemain memiliki komitment yang kuat pastilah terjadi suasana yang bagus didalam suatu team. Saat latihan ataupun saat pertandingan. Terlebih lagi diluar team. Dengan adanya komitment yang kuat pasti kan terciptanya rasa kekeluargaan juga. Namun bila komitment atlet/pemain lemah sangat menyusahakan pelatih. Semisal besok ada pertandingan dan sudah pasti seorang pelatih menyusun strategi dan siapa saja yang akan diturunkan. Namun ketika pada hari H, malah pemain yang masuk dalam strateginya tidak dapat berangkat dikarenakan berbagai alaasan yang tidak jelas. 

6.      Minimnya sarana dan prasarana
Pelatih sering dibuat pusing oleh kedua hal tersebut. Namun seorang pelatih selalu membuat program latihan agar tetap nyaman, fun serta dapat mencapai target latihan, meski sarana dan prasarana kurang mendukung. Itulah seorang pelatih, selalu mencari ide dan memodifikasi latihan yang baru untuk tujuan yang ingin dicapai.

7.      Sulit mengembangkan program latihan
Sering dijumpai pelatih mempunyai program yang bagus. Namun kebanyakan tidak dapat terealisasikan dikarenakan terbatasnya sumber pembiayaan. Oleh karena itu pelatih haruslah pintar-pintar dalam menyiasati hal tersebut.

8.      Kurangnya asisten latihan
Seorang pelatih seharusnya mempunyai seorang asisten. Karena asisten pelatih ini sangatlah membantu lebih efisien dlam proses latihan.


Itulah tantangan seorang pelatih yang harus kalian tau. Setelah itu tinggal bagaimana kalian (atlet/pemain) melakukan tindakan timbal balik untuk pelatih kalian masing-masing. Apakah lebih giat, semangat lagi dalam latihan ataukah sebaliknya. Yang pasti pilihan ada pada kalian sendiri.

NB: Bila sodara merasa terbantu oleh coretan-coretan ini, silahkan dishare, siapa tau ada orang lain yang juga membutuhkannya. INGAT BERBAGI DALAM KEBAIKAN ITU BAIK!!!


0 komentar

Posting Komentar

Silahkan dibagikan bila ini bermanfaat dan bila ingin copas harap sertakan sumbernya. Bila berkenan hubungi admin kami melalui email. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.