Wajib Baca!

Cara Membuat Program Latihan

Cara Membuat Program Latihan Seorang pelatih sudah pasti melatih seorang atlet atau team yang ia tangani. Oleh karena itu seor...

Makalah dan materi renang | zonapelatih.net - Kali ini admin zona pelatih akan menjelaskan tentang seluk beluk olahraga renang. Dimana penjelasan ini dapat Anda gunakan sebagai refrensi tugas membuat makalah ataupun materi renang. Oleh karena hal tersebut silahkan simak dengan seksama tulisan ini. Untuk memulai mengupas tentang olahraga akuatik yaitu renang. Terlebih dahulu akan admin mulai dari apa itu renang?

Materi dan Makalah Renang Lengkap | Zonapelatih
Contoh materi dan makalah renang

A. Pengertian Renang

Renang adalah suatu olahraga yang melombakan kecepatan seorang atlet renang dalam kemampuan berenangnya. Sehingga pemenangnya adalah atlet yang menyelesaikan jarak tempuh/lintasan dengan waktu yang paling sedikit/singkat (tercepat sampai finish). Pemenang pada babak penysihan akan maju ke babak semifinal dan pemenang pada babak smei final akan maju ke babak final.

Dalam renang mempunyai beberapa gaya renang yang harus atlet kuasai antara lain, gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung dan gaya dada. Dan 4 gaya yang barusan disebutkan merupakan gaya renang yang sering diperlombakan.

Selain nomor perlombaan di atas masih ada juga beberapa yagn diperlombakan yaitu loncat indah, renang diperairan terbuka, renang indah serta polo air. Itu semua masuk dalam cabang olahraga akuatik (olahraga menggunakan air).

Aturan perlombaan serta semua peraturan renang ditetapkan oleh badan internasional (dunia) yang bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Sedangkan di Indonesia sendiri mempunyai induk organisasi renang yang bernama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PSRI).

B Sejarah Renang Singkat

Olahraga renang dimulai sejak abad 19 di London. Sekitar tahun 1837, baru terdapat 6 kolam renang di kota London. Popularitas olahraga renang terus meningkat, sehingga pada tahun 1869 beberapa asosiasi mulai bermunculan. Ketenaran kejuaraan renang beriringan dengan kebangkitan Olimpiade serta tercantum sebagai salah satu olahraga modern di Athena pada tahun 1896.

Sepanjang perkembangan yang dapat diikuti, adalah kota Badung yang memulai kegiatan olahraga renang di Indonesia. Hal ini dibuktinya dengan pembangunan kolam renang Cihampelas pada tahun 1904. Di samping itu juga sudah terdapat beberapa kolam renang sebelum kemerdekkan diproklamasikan, seperti di daerah Surabaya, Jakarata dan lainnya.

Dengan adanya beberapa kolam renang inilah, maka perkembangan cabang olaharaga renang di tandai dengan terbentuknya beberapa perkumpulan renang. Antara lain Bandungsche Zwembond atau dikenal dengan Perserikatan Renang Bandung pada tahun 1917. Ketika masa itu sudah ada 7 perkumpulan yang bernaung di bawah Perserikatan tersebut, temasuk perkumpulan renang siswa-siswa sekolah di kabupaten Bandung.

Menyusl berdirinya West Java Zwembond pada tahun 1918, ketika tahun 1927 di Jawa Timur (Jatim) berdirilah Oost Java Zwembond (Perserikatan Renang Jawa Timur).

Pada tahun 1934 dua atlet ploncat indah Belanda mencetak prestasi. Atlet tersebut bernama Hamaman dan Van de Gron, dimana masing-masing berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua pada nomor papan 3 meter dan menara. Ketika Far Eastern Games (baca Olimpiade Timur Jauh) berlangsugn di Manila pada tahun 1934 kedua peloncat tersbeut menjadi wakil dari Hindia Belanda.

C. Macam-Macam Gaya Renang

Dalam renang untuk tujuan rekreasi, orang berenang menggunakan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang di atas juga masuk dalam gaya renang yang dilombakan. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam jenis gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung dan gaya kupu-kupu.

Tidak seperti pada gaya renang, gaya dada, gaya punggung dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang akan digunakan dalam nomor renang gaya bebas tersebut. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang menggunakan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir semua perenang dalam nomor gaya bebas dan itu gaya yang paling efektif untuk nomor renang gaya bebas.

1. Gaya Bebas

Materi dan Makalah Renang Lengkap | Zonapelatih
Gerakan renang gaya bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air kolam. Kedua tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan mengayuh, sementara kedua kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu melakukan renang dengan gaya bebas, posiis wajah juga menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan ketika salah satu lengan digerakkan keluar dari air dan ketika tubuh menjadi sedikit miring serta kepala berpaling ke samoing. Ketika mengambil nafas, atlet renang dapat memilih untuk menoleh ke kanan atau ke kiri (kenyaman atlet itu sendiri). Jika dibandingkan dengan gaya renang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang dapat membuat tubuh melaju lebih cepat di air.

Catatan:
Gaya bebas adalah gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya babas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang dapat membuat perenang bisa melaju cepat di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas dapat digunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih (atlet renang) maupun untuk para pemula.

2. Gaya Dada

Materi dan Makalah Renang Lengkap | Zonapelatih
Gerakan renang gaya dada
Gaya dada adalah salah sau gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Karena posisi tubuh lebih stabil serta kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama, sehingga perenang bebas bernafas setiap saat. Gaya dada biasa disebut juga dengan gaya katak (gaya kodok) karena ketika berenang posisi dada menghadap ke permukaan air, tetapi berbeda dengan gaya bebas, dimana batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Gerakan kedua kaki menendang ke arah luar, sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan memberlah air (atau berbentuk love) supaya badan bergerak maju ke depan lebih cepat. Gerakan badan seperti gerakan katak sedang berenang, sehingga gaya dada ini disebut gaya katak.

Pernapasan gaya dada dapat dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, biasanya setelah satu kali rangkaian gerakan tangan-kaki atau dua rangkaian gerakan tangan-kaki.

Dalam belajar berenang, para pemula renang biasanya telebih dahulu belajar gaya dada atau gaya bebas. Diantara ketika nomor resmi yang telah diatur oleh Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat lajunya di dalam air.

3. Gaya Punggung

Materi dan Makalah Renang Lengkap | Zonapelatih
Gerakan renang gaya punggung
Gaya punggung adalah ketika Anda berenang maka punggung Anda menghadap ke permukaan air, sehingga dada Anda akan berada di atas permukaan air. Gaya punggung ini berbeda dengan 3 gaya renang lainnya.

Untuk bernafaspun renang gaya punggung ini sangatlah mudah, dikarekan wajah berada di atas air. Namun kelemahannya adalah atlet renang hanya dapat melihat ke arah atas, dan tidak bisa melihat ke depan. Jadi ketika perlombaan renang gaya punggung, para perenang hanya memperkirakan jarak dinding tepi kolam renang masih berapa kali hitungan gerakan. Supaya kepala tidak terbentur oleh dinding kolam.

Dalam gaya punggung, gerakan lengan serta kaki sama persis dengan renang gaya bebas. Yang membedakaan adalah posisi tubuh terlentang di permukaan air (untuk gaya punggung).

Ketika perlombaan, awalan/sikap star perenang gaya bebas, gaya dada serta gaya kupu-kupu semuanya dilakukan di atas balok star. Kecuali renang gaya punggung star nya dimulai dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah telapak kaki bertumpu pada dinding kolam.

Renang Gaya punggung yaitu gaya renang yang sudah ada sejak zaman kunno. Dan pertama kali gaya punggung dilombakan pada Olimpiade Paris tahun 1900. Gaya punggung merupakan gaya paling tua yang diperlombakan setelah renang gaya bebas.

4. Gaya Kupu-Kupu


Materi dan Makalah Renang Lengkap | Zonapelatih
Gerakan renang gaya kupu-kupu
Gaya kupu-kupu atau dikenal dengan gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya renang dengna posisi dada menghadap ke permukaan air. Dengan kedua belah tangan secara bergantian ditekan ke bawah dan bergeral ke arah luar sebelum diayunkan ke depan.

Sementara itu kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah  dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau ikan lumba-lumba. Udara dihembuskan dengan kuat dari mulut dan hidung, sebelum kepala muncul dari air, serta udara yang dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.

Pada tahun 1933 renang gaya kupu-kupu diciptakan dan merupakan gaya berenang paling muda (baru). Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu membutuhkan waktu lebih lama untuk (menguasai) mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki.

Berenang dengan gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan dan tenaga yang lebih besar (banyak). Kecepatan renang gaya kupu-kupu diperoleh dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan.

Renang gaya kupu-kupu kecepatannya lebih cepat dari kecepatan renang gaya bebas. Jika dibandingkan dengan gaya berenang lainna, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

D. Manfaat Berenang Secara Teratur

Berenang adalah suatu jenis olahraga yang dapat meningkatkan derajat kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya grativikasi bumi (non weight barring). Olahraga renang minim resiko cedera fisik karena ketika berenang seluruh berat badan ditopang oleh air. Selain itu berenang merupakan olahraga paling dianjurkan untuk orang-orang yang obesitas, ibu hamil dan para penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang mempunyai banyak manfaat yang bisa Anda rasakan jika dilakukan secara teratur dan benar. Manfaat berenang antara lain:


  1. Membentuk otot tubuh.
  2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru.
  3. Menambah tinggi badan.
  4. Melatih pernapasan.
  5. Membakar kalori lebih banyak.
  6. Self safety.
  7. Menghilangkan stres.


E. Fasilitas dan Peralatan Renang

Adapaun yang sarana dan prasarana yang diperlukan untuk berenang.

1. Kolam Renang

Ukuran kolam renang yaitu:

  • Panjang kolam renang 50meter dan lebarnya 21 meter.
  • Dinding harus tegak lurus/vertikal dan sejajar.
  • Terdapat 8 lintasan dan masing-masing lintasan lebarnya 2,5 meter.
  • Kedalaman air minimal 1,80 meter untuk perlombaan.
  • Suhu air berkisar antara 23-25 derajat celcius.
  • Temapt start tidak boleh licin serta kemiringan tidak boleh lebih dari 10 derajat.
  • Garis-garis tanda lintasan bisa dibuat di dasar kolam guna memberi petunjuk perenang.


2. Lintasan Renang

Lintasan renang mempunyai ukuran sebagai berikut:

  • Lintasan renang lebarnya minimal 2,5 meter dengan jarak paling sedikit 0,2 meter di luar lintasan pertama dan lintasan terakhir.
  • Masing-masing lintasan dipisahkan menggunakan tali  lintasan yang panjangnya sama dengan panjang lintasan utama.
  • Tali lintasan terdiri dari rangkaian pelampung berukuran kecil pada seutas tali lintasan. Pelampung tersebut dapat berputar-putar jika terkena gelombang air. Tali lintasan dibedakan menurut warna: hijau untuk lintasn 1 dan 8, biru untuk lintasan 2, 3, 6 dan 7 sedang kan warna kuning untuk lintasan 4 dan 5.
  • Atle renang diletakkan pada lintasan renang berdasarkan catatan waktu pada babak penyisihan (heat). Di kolam berlintasan ganjil, perenang tercepat diunggulkan di lintasan paling tengah. Dikolam dengan 8 lintasan perenang tercepat di tempatkan di lintasan 4 (di lintasan 3 untuk kolam dengan 6 lintasan). Para atlet renang dengan catatan waktu di bawahnya secara berurutan menempati lintasan 5, 3, 6, 2, 7, 1 dan 8.


3. Pengukur/Pencatat Waktu

Pada perlombaan renang internasional atau perlombaan yang terpenting adalah adanya papan sentuh pengukur waktu otomatis di pasang di kedua sisi dinding kolam. Tebalnya papan sentuh ini hanyalah 1 cm saja. Perenang mencatatkan waktunya pada papan sennth sewaktu pembalikan dan finish. Papan sentuh pengukur waktu yang diproduksi Omega, dan pertama kali mulai dipakai di Pan-American Games 1967 di Winnipeg, Kanada.

4. Balok Star

Pada setiap balok star terdapat pengeras suara, yang berguna unutk menyuarakan tembakan pistol star dan sensor pengukur waktu memulai catatan waktu ketika perenang meloncat dari balok start.

Ukuran tinggi balok start antara 0,5 -0,7 meter dari permukaan air. Ukuran balok start yaitu 0,5 x0,5 meter dan di atasnya dilapisi bahan antilicin. Serta kemiringan balok start tidak boleh lebih dari 10 derajat.

F. Peraturan Renang

Pada nomor renang gaya kupu-kupu, gaya dada, dan gaya bebas, para perenang melakukan posisi start di atas balok start. Posisi badan dibungkungkan ke arah air dengan lutut sedikit ditekuk.

Pada nomor renang gaya punggung, posisi start dilakukan di dalam air dengan badan menghadap ke dinding kolam. Kedua tangan memegang pegangan besi pada balok start, sementara itu kedua kaki bertumpu di dinding kolam dan ekdua lutut ditekuk masuk diantara kedua lengan. Posisi start gaya punggung juga dipakai oleh perenang pertama dalam gay ganti estafet.

Wasit start memanggil para perenang menggunakan tiupan peluit panjang unutk naik ke atas balok start (bersiap di dalam air, khusus nomor renang gaya punggung dan gaya ganti estafet). Perenang berada dalam posisi start setelah aba-aba Siap (Take your marks) diterikkan oleh wasit start.

Start dinyatakan tidak sah, apabila perenang meloncat dari balok start sebelum wasit memberi aba-aba. Hingga temnakan pistol start dimulai, tubuh perenang harus dalam keadaan diam.

G. Nomor-Nomor Perlombaan Renang

Perlombaan renang terdiri dari nomor-nomor renang yang diperlombakan menurut jarak tempuh, jenis kelamin dan empat gaya renang (gaya bebas, gaya pungung, gaya dada dan gaya kupu-kupu). Nomor-nomor reanng putra dan putri yang diperlombakan pada Olimpiade:


  1. Gaya bebas untuk perenang putra: 50, 100, 200, 400  dan 1500 meter.
  2. Gaya bebas untuk perenang putri: 50, 100, 200, 400 dan 800 meter.
  3. Gaya kupu-kupu: 100 meter dan 200 meter.
  4. Gaya punggung: 100 m dan 200 m.
  5. Gaya dada: 100m dan 200m.
  6. Gaya ganti perorangan:200 m dan 400 m.
  7. Gaya ganti estafet: 4 x 100 meter.
  8. Gaya bebas estafet: 4x100m dan 4x200 meter.
  9. Marathon 10 kkm.


Federasi Renang Internasional mengakui rekor dunia putra dan putri untuk nomor-nomor renang:

  1. Gaya bebas: 50 m, 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1500 m
  2. Gaya punggung: 50 m, 100 m, 200 m
  3. Gaya dada: 50 m, 100 m, 200 m
  4. Gaya kupu-kupu: 50 m, 100 m, 200 m
  5. Gaya ganti perorangan: 100 m (hanya lintasan pendek), 200 m, 400 m
  6. Gaya bebas estafet: 4×100 m, 4×200 m
  7. Gaya ganti estafet: 4×100 m.


Catatan:
  • Pada nomor gaya ganti perorangan, seorang atlet renang memakai keemapt gaya secara bergantian untuk satu putaran, dengan ururtan gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada dan gaya bebas.
  • Pada nomor renang gaya ganti perorangan 100 meter, perlombaan diadakan di kolam renang dengan jarak lintasan paling pendek 25 meter.
  • Pda nomor 4x100 meter gaya ganti estafet, satu regu diwakili empat orang perenang yang masing-masing perenang berenang 100 meter. Perenang pertama memulai dengan gaya punggung, lalu perenagn kedua gaya dada, lalu perenang ketiga gaya kupu-kupu dan perenang keempat menggunakan gaya bebas.

H. Pakaian Renang

Federasi renang Internasional memiliki daftar merek serta tipe pakai renang yang disetujui dalam perlombaan renang. Perenang dibolehkan memakai topi renang dan kacamata renang. Peerenang berkacamata dapat menggunakan kacamata renang minus atau menggunakan lesa kontak bersama kecamata renang normal.

Perenang tidka boleh memakai alat atau pakai renang yang dapat mempengaruhi kecepatan, daya apung serta ketahan selama perlombaan. Sebagai contoh menggunakan sarung tangan berselaput, kaki katak, sirip dan lain sebagainya.

Nah itulah pembahasan materi pada makalah renang yang bisa Admin jabarkan. Semoga bermanfaat buat kita semua.

Sumber: jajangbloger11

Artikel Terkait

0 Komentar untuk Materi dan Makalah Renang Lengkap | Zonapelatih