Cari Distributor Alat Olahraga Murah

Artikel Keren

Cara Menghitung Denyut Nadi Normal dan Maksimal Seseorang

Apa itu denyut nadi? Sebelum kita jawab tentang apa itu denyut nadi, alangkah baiknya saya jelaskan terlebih dahulu tentang pengertian tekanan darah. Barulah kita bahas mengenai denyut nadi beserta bunyi jantung normal.

Pentingnya Denyut Nadi dan Tekanan Darah Normal

Tekanan darah berarti tenaga yang digunakan oleh darah terhadap setiap satuan daerah pada dinding pembuluh tersebut.
Cara Menghitung Denyut Nadi Normal dan Maksimal Seseorang

Jika Anda mendengar orang/ dokter mengatakan bahwa tekanan dalam suatu pembuluh darah adalah 50 mmHg, itu berarti orang menggunakan tenaga tersebut cukup untuk mengangkat berat benda ke atas dengan ketinggian 50 mm. Dan jika tekanan 100 mmHg, maka tenaga yang digunakan dapat mengangkat beban hingga ketinggian 100 mm.

Namun terkadang orang-orang mengukur tekanan menggunakan satuan sentimeter air. Dimana satu milimeter air raksa beratnya sama dengan 1,36 cm air, karena berat jenis air raksa adalah 13,6 kali berat jenis air, dan 1 cm adalah 10 kali lebih besar daripada 1 mm. Dengan pembagian 13,6 dengan 10, dapat kita peroleh faktor 1,36 tersebut.

Nah itulah penjelasan mengenai tekanan darah, karna tekanan darah ini nantinya akan ada sangkut pautnya dengan denyut nadi. Sehingga sampai disini diharapkan Anda sudah paham mengenai tekanan darah dan saatnya berlanjut ke pembahasan denyut nadi.

Pengertian Denyut Jantung

Denyut nadi merupakan denyutan arteri yang dihasilkan oleh gelombang darah yang mengalir melalui pembuluh darah sebagai akibat dari denyutan jantung.

Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian denyut nadi menurut WHO Anda bisa serching di google ya. Biar pembahasannya tidak panjang dan lebar, biar Anda tidak bingung.

Pengertian menghitung denyut nadi adalah suatu pengembangan yang teraba pada pergelangan tangan, leher dan anggota badan lainnya diatas arteri radialis berupa gelombang tekanan yang mengembangkan dinding-dinding pembuluh arteri ketika gelombang tersebut menjalar. Gelombang tersebut dihasilkan karena danya tekanan yang menjalar pada di sepanjang pembuluh arteri yang ditimbulkan oleh darah yang terdorong ke dalam aorta selama proses systole.

Bagaimana dengan bunyi jantung normal? Bunyi jantung yang normal yaitu pada keadaan normal akan terdengar dua bunyi jantung melalui sebuah alat bernama stetoskop di setiap siklus jantung.

Bunyi pertama berbunyi "lub" yang nadanya rendah dan sedikit memanjang. Ini disebabkan adanya getaran yang ditimbulkan oleh penutupan mendadak katup mitral dan tricuspid pada permulaan sistol ventrikel.

Bunyi kedua adalah "dup" dimana lebih singkat dari bunyi pertama (lub) namun bernada tinggi. Ini disebabkan karna adanya getaran pada penutupan katup aorta dan pulmonal tepat setelah akhir sistol ventrikel.

Pada orang dewasa muda, terdengar juga bunyi ketiga yang lembut dan nadanya rendah sekitar sepertiga awal diastole. Bunyi keempat hanya terdengar ketika sebelum bunyi pertama saat tekanan atrium meninggi atau ventrikel menjadi kaku pada keadaan seperti hipertrofi ventrikel

Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia

Detak jantung normal setiap orang berbeda-beda alias bervariasi. Namun untuk kisaran detak jantung normal orang dewasa adalah 60 sampai 100 kali per menitnya.

Sedangkan detak jantung normal untuk anak-anak adalah lebih cepat dari detak jantung orang dewasa. Dan pada anak-anak jumlah detak jantung lebihnya lebih spesifik berdasarkan usianya.

Selain denyut nadi normal, orang juga mempunyai denyut nadi maksimal. Dimana denyut nadi  maksimal ini dihitung dan digunakan ketika menjalani program latihan. Supaya proses latihan benar-benar dirasakan oleh sang atlet.

Untuk lebih jelasnya tentang denyut nadi maksimal silahkan baca di pentingnya denyut nadi jantung maksimal.

Tabel Detak Jantung Normal Anak dan Dewasa Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Detak Jantung per menit
0 – 3 bulan 107 – 181 kali
3 – 6 bulan 104 – 175 kali
6 – 9 bulan 98 – 168 kali
9 – 12 bulan 93 – 161 kali
12 – 18 bulan 88 – 156 kali
18 – 24 bulan 82 – 149 kali
2 – 3 tahun 76 – 142 kali
3 – 4 tahun 70 – 136 kali
4 – 6 tahun 65 – 131 kali
6 – 8 tahun 59 – 123 kali
8 – 12 tahun 52 – 115 kali
12 – 15 tahun 47 – 108 kali
15 – 18 tahun 43 – 104 kali

Faktor Yang Mempengaruhi Detak Jantung

1. Faktor usia seseorang
2. Besar kecilnya badan
3. Kondisi jantung
4. Aktifitas fisik
5. Penggunaan obat-obatan
6. Suhu udara
7. Faktor emosi, sebagai contoh ketika marah/senang juga dapat meningkatkan detak jantung.

Manfaat Mengetahui Detak Jantung

Jika kita sering menghitung detak jantung kita setelah bangun tidur dan dilakukan setiap harinya. Maka kita akan lebih mudah mengentahui kebugaran tubuh kita sendiri.

Karena jika seseorang semakin bugar, maka frekuensi denyut jantung per menitnya akan lebih kecil/rendah. Dengan hal tersebut sesungguhnya menunjukkan bahwa otot-otot jantung Anda bekerja dengan sangat efisien. Hanya dengan sedikit denyutan/pompaan maka cukup untuk menyuplai darah ke seluruh tubuh.

Seorang atlet yang terlatih, jumlah denyut jantungnya bisa sampai 40 - 60 kali per menitnya. Dengan begitu kondisi tubuh atlet bugar dan segar.

Kunci untuk mendapatkan denyut jantung istirahat yang sedikit adalah dengan berlatih atau melakukan kegiatan fisik.

Karena dengan begitu otot jantung memiliki sifat yang mirip dengan otot-otot tubuh lainnya, yaitu jika semakin dilatih maka akan semakin kuat. Jika otot jantung sudah kuat maka detak jantung normal per menitnya akan lebih rendah dari orang yang jarang melakukan latihan (olahraga/aktifitas fisik).

Apa Tanda Jika Jantung Kita Tidak Normal?

Tanda jantung Anda tidak normal yaitu jika detak jantung rendah dengan disertai gejala pusing dan badan lemah. Namun tidak berarti bagi seorang atlet yang detak jantung nya rendah karna atlet yang terlatih denyut jantung bisa rendah 40-60 kali permenitnya.

Oleh karena hal tersebut jika Anda mendapati detak jantung rendah disertai pusing dan badan lemas segeralah periksakan ke dokter. Agar mendapatkan diaknosa yang tepat.

Selain itu tanda jantung tidak normal yaitu jika detak jantung istirahat mencapai diatas 100 kali per menit (takikardia). Dan disertai dengan gejala lain seperti, gemetaran, jantung berdebar-debar seperti habis olahraga berat. Denyut jantung yang tinggi dapat menyebabkan tekanan pada jantung dan organ tubuh lainnya. Maka segeralah untuk periksa ke dokter ahli.

Cara Menurunkan Detak Jantung di Atas Normal/Tinggi

Pada dasaranya penyebab detak jantung melonjak cepat sangatlah banyak. Bisa karena gugup, stres, dehidrasi maupun kelelahan.

Oleh karena hal tersebut maka segeralah duduk dan mengambil napas panjang dan hembuskan secara perlahan. Dan ulangi hingga Anda merasa nyaman.

Jika denyut jantung tinggi karena melakukan olahraga/aktifitas berat. Maka Anda segeralah lakukan pendinginan dengan cara jalan santai dan melakukan peregangan tubuh.

Karena dengan melakukan pendingan maka proses jantung dari bekerja cepat akan perlahan pelan-pelan. Karena jika langsung berhenti total dari kegiatan bisa malah berakibat fatal, bisa pingsan. Karena ketika jantung berdetak cepat maka suhu tubuh lebih tinggi dan tentunya pmebuluh darah melebar, dan jika anda berhenti dengan cepat dapat menyebabkan rasa sakit dan pingsan tadi.

Tatacara Mengukur Detak Jantung

Bagaimanakah mengukur detak jantung dengan baik? Mengukur denyut jantung yang baik dapat Anda lakukan dengan meraba nadi pada area:
  1. Pergelangan tangan
  2. Di dalam siku
  3. Sisi leher
  4. Atas kaki

Caranya meraba nadi agar lebih terasa denyut jantungnya yaitu dengan meletakkan kedua jari tangan (telunjuk dan jari tengah) di salah satu area diatas. Dengan melakukan hitungan  selama 60 detik/15 detik (jika 15 detik maka nanti hasilnya dikalikan 4). Hitungan dimulai setelah meraskan denyutan pertama baru dimulai menghitung mulai dari 1.

Nah itulah artikel tentang detak jantung serta cara menghitung denyut nadi. Semoga dengan adanya artikel ini bisa menambah wawasan Anda dan berguna dikemudia hari.
Cara Menghitung Denyut Nadi Normal dan Maksimal Seseorang

You Might Also Like: