Senin, 08 Mei 2017

TAHAPAN MELAKUKAN GERAKAN LOMPAT TINGGI | Zonapelatih.net

TAHAPAN MELAKUKAN GERAKAN LOMPAT TINGGI | Zonapelatih.net

Tahapan Gerakan Lompat Tinggi Atletik - Setiap gerakan dalam olahraga pasti akan berpengaruh terhadap hasil yang dicapai. Oleh karena itu gerakan untuk lompat tinggi atletik mempunyai tahapan-tahapan yang wajib dilaksanakan. Rangkaian gerakan tersebut selalu berkesinambungan (gerakan awal selalu diikuti dengan gerakan-gerakan selanjutnya. Begitu juga dengan lompat tingggi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal (baca ketingggian lompatan) sangat ditentukan oleh empat tahap gerakan yang berkaitan, yaitu awalan, tumpuan, melayang serta pendaratan.

Tahapan Melaksanakan Lompat Tinggi Secara Teratur

1. Awalan
2. Tumpuan
3. Melayang
4. Pendaratan

Penjelasan Tahap-Tahap Lompat Tinggi

1. Awalan
Awalan bisa dikatakan sebagai kunci sukses seorang atlet lompat tinggi. Awalan yang baik akan berpengaruh terhadap rangkaian gerakan gerakan selanjutnya. Sehingga bila awalan baik maka gerakan sampai akhir akan baik. Sehingga Atelt akan mampu mencapai lompatan yang tertinggi. 

Nah agar dapat menguasai gerakan awalan yang baik maka atlet perlu :

a. Memahami titik awal serta sudut awalan
Titik awalan yaitu tempat atlet berpijak atau berdiri sebelum atlet mulai lari awalan. Oleh karena hal itulah atlet harus melakukan awalan yang baik dan tepat, agar banyaklah langkah kaki, irama serta kecepatan lari tetap tekendali. 

Untuk sudut awalan sendiri berbeda-beda tergantung dengan gaya yang akan dilakukan, semisal gaya scots sudutnya berkisar 30-45 derajat, untuk gaya gunting sudutnya berkisar 40-50 derajat, gaya guling sisi serta gaya straddle 40 derajat serta gaya flop sekitar 70-85 derajad meski pada langkah tersebut mengecil sekitar 35-40 derajat. Baca juga macam-macam awalan masing-masing gaya lompat tinggi.

b. Arah awalan
Sebenarnya arah awalan secara teknis tergantung dengan kaki, kaki kanan atau kaki kiri yang menjadi tumpuan dan menekuk untuk mengambil awalan. Selain itu ini juga berkaitan dengan gaya yang akan dipakai.

c. Irama langkah kaki
Irama langkah kaki haruslah pas. Kecepatan lari dari pelan semakin cepat namun bukan full speed lho ya!. Karena bila full speed maka akan berdampak pada daya tolakan kaki untuk membuat badan melambung ke atas. Oleh karena itu kepatan disesuaikan (kenyaman si atlet) agar daya tolakan keatas semakin maksimal.

2. Tumpuan
Usahakan tumpuan pada lopat tinggi gunakan kaki yang terkuat. Karena saat berrtumpu harus tepat pada titik tumpu (tempat berpijaknya kkai tumpu sebelum melompat ke atas). Nah utnuk mendapatkan pas kaki terkuat bisa berada pada titik tumpu, atlet wajib berlatih dan mencoba berulang kali akan titik tumpu bisa tepat. 
Titik awal dikatakan tepat, apabila pada saat badan melayang diudara terlalu dekat, akibatnya mistar akan tersentuh badan pada tengah mistar. Apabila titik tumpu terlalu dekat, akibatnya misatar akan tersentuh badan pada saat pelompat masih bergerak melambung keatas. Sebaliknya apabila titik tumpu terlalu jauh , akan berakibat mistar tersentuh badan pada saat pelompat sudah bergerak turun. 

Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikkan pada saat melakukan tumpuan, yaitu :

Menurunkan titik berat badan dengan cara menekuk lutut kaki tumpu sedemikian rupa (sekitar 130-160 derajat) sehingga menimbulkan daya tolakkan yang besar.

Saat akan bertumpu posisi badan agak dicondongkan kebelakang (kecuali pada gaya Flop,kecondongan belakang ini relatif sangat kecil atau hindari sama sekali).

Tumpuan dilakukkan dengan sekuat tenaga, cepat dan meledak (explosive) 

Menapak pada bagian tumit terlebih dahulu - seluruh telapak kaki - ujung kaki. Akhir tumpuan , kaki tumpuan harus lurus pada bagian lutut samapai pada ujung kaki.

Saat bertumpu kedua lengan bisa diayunkan serentak atau ayunan secara wajar (sepihak saja)

3. Melayang
Gerakkan melayang di udara terjadi saat kaki tumpu lepas dari tanah. Sikap badan dan gerakkan kaki maupun lengan saat melayang melewati mistar tergantung dari masing-masing gaya. jadi gerakkan posisi badan saat melayang inilah yang memberikan ciri-ciri membedakan gaya yang satu dengan yang lain. Tiga prinsip yang perlu diperhatikan saa melayang :

Saaat melewati mistar kedudukan titik berat badan sebaiknya sedekat mungkin dengan misrtar. Dalam kinesiologi dikatakan bahwa titik berat badan manusi terletak didepan dataran tulang cacrum (pinggul) bagian atas atau sekitar dibagain belakang pusar.

Titik tinggi lambungan maksimal harus tetap diatas dan ditengah-tengah mistar. Dilakukan dengan tenaga yang sedikit mungkin dan secara sadar, agar dapat menghindari gerakkan-gerakkan yang tidak perlu.

4. Pendaratan
Pendaratan merupakan tahap akhir dari gerakan beruntun lompat tinggi. Cara melakukan serta sikap badan saat emndarat dipengaruhi oleh gaya yang dipakai (alias tergantung gaya masing-masing). Namun pada prinsipnya tetap perlu diperhatikan, yaitu "Dilakukan dengan standar" serta "Posisi badan harus sedemikian rupa sehingga tidak mengakibatkan rasa sakit atau cidera dikarenakn kesalahan pada pendaratan".

Nah sekian dahulu artikel tentang Tahapan Gerakan Rangkaian Lompat Tinggi, terimakasih sudah berkujung di zonapelatih.net. Semoga bermanfaat dan silahkan dishare keteman-teman yang lain.  

0 komentar

Posting Komentar

Silahkan dibagikan bila ini bermanfaat dan bila ingin copas harap sertakan sumbernya. Bila berkenan hubungi admin kami melalui email. Terimakasih sudah berkunjung di blog kami.