PERENCANAAN PROGRAM LATIHAN OLEH SUCIPTO


Dalam melatih seorang pelatih tidak serta merta asal melatih. Namun jauh sebelum itu ada beberapa hal yang harus dikerjaan oleh seorang pelatih. Yang pertama tentunya pelatih harus memahami siklus penyususnan program latihan. Ini bertujuan agar tujuan latihan tercapai secara maksimal.

Siklus Perencanaan Program latihan yang disebut yaitu

1. Analisis Masalah

Seorang pelatih harus mengetahui terlebih dahulu kekurangan dan kelebihan tim yang ditanganinya. Entah secara tim ataupun secara individu atletnya (baca pemain bola, futsal, voli dan cabang lainnya)

Lalu apa saja yang ada dalam Analisis Masalah tersebut?

2. Perumusan Rencana

Dalam perumusan ini tentu saja pelatih akan lebih membuat rencana latihan seperti apa untuk memaksimalkan potensi tim nya.
Apa yang harus dirumuskan dalam rencana latihan?

Banyaknya latihan dalam seminggu
Hari apa yang akan dipakai untuk latihan
Berapa lama waktu latihan untuk setiap kali pertemuan
Fasilitas apa yang digunakan untuk latihan.

3. Penjabaran Rencana

Pelatih harus mampu menjabarkan, menguraikan serta menjelaskan dengan mudah rumusan rencananya agar lebih mudah dipahami oleh atletnya.

Penjabaran renacana latihan antara lain:
Diagram periodisasi
Penyebaran materi latihan
Menentukan jumlah pertemuan
Merencanakan siklus mikro

Penentuan jumlah pertemuan
Tahap persiapan (4 –5 bulan atau sekitar 18 minggu)
Tahap pertandingan (5 bulan atau sekitar 20 minggu)
Tahap transisi (1 –2 bulan atau sekitar 4 minggu)

Maka jumlah pertemuan dalam setahun adalah :
Tahap persiapan 6 x 18 minggu = 108 kali pertemuan
Tahap pertandingan 6 x 20 minggu = 120 kali pertemuan
Tahap transisi 6 x 4 minggu = 24 kali pertemuan


Contoh tabel siklus micro
http://www.zonapelatih.net/2016/07/perencanaan-program-latihan-oleh-sucipto.html

4. Pelaksanaan Rencana

Seorang Pelatih harus mampu melaksanakan apa yang sudah direncanakannya, sesuai dengan siklus yang ada. Dengan kata lain pelatih harus melaksanakan program latihan yang dilaksanakan kesehariannya dengan berpedoman pada unit latihan harian yang telah dibuatnya. Meski terkadang pada pertengahan jalan harus berganti karena adanya kondisi isendental. Semisal perkembangan atlet lambat atau program nya kurang mengena, sehingga pelatih harus membuat program yang baru.

5. Koreksi dan Revisi

Pelatih harus mampu mengoreksi serta memberikan revisi dari program yang telah dijalankan tersebut.

Yang perlu dikoreksi dan direvisi secara garis besarnya
Apakah isi periode latihan sudah cocok?
Apakah metode yang dipilih sesuai dengan tujuan ?
Apakah sudah seimbang antara beban latihan dengan pemulihan ?
Apakah unit latihan dan komponen latihan sesuai dengan kemampuan biomotor atlet ?

6. Evaluasi Hasil

Pelatih harus mampu melakukan evaluasi dengan demikian atlet akan lebih memahami hasil latihan selama ini melalui program latihan yang telah dijalaninya. Dengan kata lain evaluasi merupakan alat kontrol untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemajuan yang dialami atlet selama mengikuti latihan.

Untuk Alurnya bisa lihat gambar di bawah ini
http://www.zonapelatih.net/2016/07/perencanaan-program-latihan-oleh-sucipto.html 
Nah itulah PERENCANAAN PROGRAM LATIHAN OLEH SUCIPTO, semoga bermanfaat dan silahkan dishare untuk berbagi ilmu.
PERENCANAAN PROGRAM LATIHAN OLEH SUCIPTO

You Might Also Like: