Zona Pelatih

follow us

Tiga Tahap Program latihan

Tiga Tahap Program latihan
Tiga Tahap Program latihan

Program latihan adalah merencanakan tahapan kemajuan secara ajeg, bertahap, dan berkelanjutan untuk jangka waktu yang panjang. Artinya, program latihan harus meningkat sehingga sistim fisiologis yang berkaitan terus-menerus mendapat beban lebih secara bertahap sehingga tidak menyebabkan kelelahan dan mengganggu penampilan. Untuk itu, pelatih harus memliki keahlian yang professional dan memiliki pengalaman (Bompa, 1990:203). Oleh karena itu secara umum program latihan memiliki tiga tahap, yaitu :
1.      Program latihan jangka panjang (5 tahun – 12 tahun)
2.      Program latihan jangka menengah (2 tahun – 4 tahun)
3.      Program latihan jangka pendek (1 tahun – ke bawah) 

Program latihan jangka panjang
(5 tahun – 12 tahun)

Tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima.
Merupakan pedoman instruksi tidak langsung terhadap jangka menengah dan jangka pendek.
Pada umumnya rencana jangka panjang dalam kegiatan olahraga prestasi mengambil waktu 6 Tahun – 8 tahun – 10 tahun dan 12 tahun.
Rencana jangka panjang dijabarkan menjadi rencana jangka menengah yang kemudian dirinci menjadi rencana jangka pendek.
Rencana jangka pendek merupakan pelaksanaan Langsung rencana jangka menengah.
Rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung rencana jangka panjang. 


Program latihan jangka menengah
(2 tahun – 4 tahun)

Rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang
contoh: Sea Games diadakan setiap 2 tahun. Merupakan pelaksanaan langsung menuju Asian Games yang diadakan setiap 4 tahun. Sedangkan Asian games logikanya sebagai pelaksanaan Menuju Olympiqc Games yang diadakan 4 tahun

Di Indonesia struktur rencana jangka menengah semestinya sbb:
- kejuaraan nasional 1 tahunan untuk menuju ke - pon yang diadakan setiap 4 Tahun. Hasil pon untuk menuju Sea Games – Asian Games – Olympic Games. 


Program latihan jangka pendek (1 tahun – ke bawah)

• Program jangka pendek merupakan pelaksanaan oprasional rencana jangka menengah.
• Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah.
• Rencana jangka pendek terdiri dari:
Ø  program latihan tahunan (macro cycle)
Ø  program latihan bulanan (messo cycle)
Ø  program latihan mingguan (micro cycle)
Ø  program latihan harian (myo cycle

Manfaat penentuan sasaran latihan
1.     Sebagai motivasi agar atlet berusaha keras untuk mencapai cita-cita juara
2.     Sebagai pedoman arah egiatan-kegiatan latihan dan usaha-usaha untuk mencapai target latihan.
3.   Sebagai cambuk terhadap atlet agar dapat mencapai prestasi yang lebih tinggi dari pada prestasi sebelumnya.
4.   Sebagai alat untuk pembentukan sikap percaya diri, kemandirian tinggi, pendewasaan berfikir, daya juang yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita juara.
5.  Sebagai wahana meningkatkan kemampuan mawas diri (instrofeksi) terhadap kondisi luar maupun terhadap kondisi dalam pribadi atlet dalam rangka mencapai cita-cita juara. 


Syarat-syarat penentuan target latihan

1. Target akhir, sasaran antara dan sasaran latihan khusus merupakan mata rantai yang kait mengkait.
2.  Sasaran latihan harus spesifik/khas dan obyektif dengan ukuran-ukuran yang pasti.
3.  Sasaran atlet harus berat, sehingga merupakan tantangan berat buat atlet untuk mencapainya.
4. Sasaran perorangan berbeda-beda mengingat kemampuan, sikap, kecerdasan, keterampilan, kekurangan-kekuangan individu tentu berbeda-beda satu sama lain.
5. Menentukan terlalu banyak unsur sasaran latihan dalam satu unit latihan harian sebaiknya jangan dilakukan.
6. Sasaran/target latihan harus tertulis baik yang bersifat harian, mingguan, bulanan maupun tahunan.
7. Penentuan sasaran latihan dapat berupa aspek fisik, tekhnik, taktik, sikap mental, kekompakan tim, kematangan bertanding atau dikombinasikan.
8.  Masalah yang diperhitungkan dalam penentuan sasaran latihan:
a.       potensi atlet     - umur kalender
b.      umur latihan    - waktu kesempatan latihan
c.       sarana prasarana          - dana
d.      kondisi fisik dan mental atlet  - sosial ekonomi atlet/orang tua
e.       lingkungan      - tenaga pelaksana
9.  Sasaran latihan ditetapkan secara demokratis antara atlet dan pelatih, kecuali untuk atlet pemula yang lebih banyak ditentukan oleh pelatih dengan mempertimbangkan perkembangan fisik, mental dan motorik.
10. Sasaran akhir secara menyeluruh harus ditentukan jiwa raga atlet untuk mencapai cita-cita juara. 


Tahapan latihan jangka panjang dasar - pemula

Sejak umur dini atlet diberi langkah-langkah dasar sebagai pondamen yang kuat untuk mencapai tujuan prestasi puncak pada usia emasnya.

Kunci utama latihan dasar yang benar merupakan tuntutan mutlak agar atlet dapat menggunakan potensinya untuk menjadi juara.

Pelatih harus mengetahui perkembangan anak masa ini, yang mempunyai karakteristik:
-          anak senang bermain
-          berkembang jiwa sosialnya
-          perkembangan motoric
-          mudah mencontoh gerakan
-          latihan bertujuan untuk:
Ø   menumbuhkan rasa senang berolahraga
Ø  memberikan pengayaan gerak
Ø  meningkatkan kondisi fisik umum
Ø  penguasaan tekhnik dasar yang benar
Ø  memberikan latihan keterampilan dasar (skill) yang benar
Ø  pengembangan daya fikir/kecerdasan – latihan yg membentuk motorik yang bersifat rangsangan gerak komplek.
Ø  menanamkan sikap mental yang mendukung prestasi puncak (disiplin, tekun, tabah, kemauan keras, semangat juang, keberanian, konsentrasi tinggi dan sosial).
Ø  menanamkan cara hidup sehat, tetib, sopan santun dan beragama. 


Tahapan latihan jangka panjang untuk junior

-      Karakteristik anak usia ini: pubertas, mudah goyah, dan meninggalkan olahraga - pindah kebidang yang lain.
-          Isi dan arah tujuan latihan:
-          Meningkatkan kondisi fisik umum
-          Latihan kondisi fisik khusus sesuai dengan cabang olahraganya.
-          Meningkatkan kemampuan mengkoordinasikan gerak-gerak yang komplek dan sulit
-          Melatih tekhnik-tekhnik menengah dimana taraf kesukaran lebih tinggi.
-          Meningkatkan keterampilan (skill) gerak yang lebih kompleks.
-          Memberikan ilmu dan praktek taktik – mengembangkan kreativitas dan daya fikir.
-        Pembinaan lanjutan masalah sikap, kepribadian, budi pekerti luhur, kejiwaan dan ketakwaan.
-     Melatih kematangan bertanding dan kekompakan pada tingkat junior – kompetisi tingkat junior.
-         Menanamkan  kebiasaan hidup sehat, teratur, disiplin, motivasi cita-cita juara.
-       Tanamkan rasa percaya diri dan kemandirian yang tinggi baik didalam lapangan maupun diluar latihan. 


Tahapan latihan jangka panjang untuk senior

-    Prestasi itu bersifat labil dan sementara, maka latihan untuk peningkatan dan penjagaan prestasi perlu dilakukan secara kontinyu, teratur, terarah, meningkat, bertahap dan berkesinambungan secara sistematis.
-       Maksud dan tujuan latihan pada masa ini:
-      Peningkatan dan penjagaan kondisi fisik agar selalu dalam keadaan prima
-    Meningkatkan kemampuan skill sebaik mungkin, memvariasikan gerakan-gerakan yang sulit, menciptakan keterampilan gerak yang unik dan menciptakan seni gerak yang indah agar enak ditonton.
-  Mempertahankan kesetabilan prestasi puncak dalam pertandingan-pertandingan yang berbeda-beda situasi dan kondisinya, fluktuasi prestasi puncak kecil.
-     Mengembangkan spesialisasi perorangan agar didalam pertandingan memiliki senjata yang unik dan khas, dimana jarang dimiliki atlet lain.
-    Frekuensi bertanding sebagai ajang uji coba diperbanyak – memberikan pengalaman dan kematangan bertanding.
-       Sikap kreatif untuk menerapkan taktik dengan tajam perlu pengembangan secara serius.
-     Pembinaan mental – mental baja, pantang menyerah, daya juang tinggi, ketegaran mental dalam bertanding, kritis dan sikap kemandirian cukup mantap.
-       Meningkatkan motivasi cita-cita juara dan fanatisme terhadap negara, Bangsa dan klubnya.


You Might Also Like: